Apa aku satu-satunya anak yang merasa ter-atur tapi ter-penuhi? Atau aku salah satunya? Sedang di jalan yang mana sebenarnya aku berpijak. Mungkin tak benar-benar berpijak, bisa dibahasakan 'ngambang'. Ngambang, tak memiliki jalan pasti. Aku tak tau tujuan, tak tau makna, tak tau bersikap, lantas apa yang seharusnya aku ketahui?
Sebisa mungkin ku beri perasaan dan kepercayaan tanpa membedakan. Kadang ragu tapi tak pernah mencoba untuk berhenti yakin pada satu hal, kurang lebih yang kumaksud kali ini adalah kamu.
Apa aku terlalu banyak memberi? Sungguh saja, tak terbesit harapan yang kuberi itu kembali. Tapi secara tak sadar mengapa batin merasa sepi sendiri karna tak bisa merasakan apa yang aku beri pada oranglain.
Jujur untuk kesekian kalinya aku tak memiliki dan tak mengerti. Tak bersama. Tersendiri. Tak terlihat di fisik tapi terasa di batin.
Seperti tak punya pilihan dalam bermilyar pilihan.
Pada akhirnya aku tak pernah benar-benar menjadi yang sebenar-benarnya 'aku'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar