Jumat, 14 Februari 2014

The Name of I Don't Know.

Mencintai bukan kata-kata yang tepat untuk anak seumuran ini. Terkesan sangat abal-abal.
Tapi belajar menyayangi bukanlah perkara yang salah, bukan begitu?
Hanya saja di umur yang abal-abal sudah merasakan sakit..orang bilang sih hati.
Biasanya orang menyebutkan dengan istilah "aku sayang kamu" "i love you" "ich liebe dich" or what else. Biasanya lagi di akhir-akhir menggunakan istilah "i'm fine" "aku nggak papa kok" "i think better that we break" "lebih baik kita udahan dulu".
Belajar menyayangimu bukanlah perkara mudah. Bayangkan, keharusan munculnya rasa cemburu (ini akan alami terjadi jangan dianggap remeh) terdengar sederhana tapi menyakitkan. Belum tau pasti, sih.
Semuanya akan baik-baik aja ketika belum ada rasa memiliki. Dengan contoh percakapan "cowok lo?" "no, i belong to no one."
Sayangnya kamu membiasakan rasa untuk terbiasa. How dare you're. Karna terbiasa yang kamu kasih itu akibatnya cukup fatal. Percakapan akan menjadi "cowok lo?" "(smile) i don't know."
Tapi di akhir saat semuanya sangat terbiasa, kamu pergi gitu aja. Maka akan terjadi percakapan "cowok lo?" "i don't know, i think he isn't. (wipe the tears)" "are you okay?" "ya, i'm okay (totally not!)"
Jadi kamu sudah menemukan nama yang tapat untuk kata menyayangi di usia abal-abal? Tell me.