Sore ini mendung, sebagaimana mencerminkan sebuah organ didalam tubuhku yang tidak terlihat dan hanya aku yang merasa.
Semuanya berubah melompat-lompati waktu.
Hingga akhirnya ada dipucuk yang sejujurnya tidak terlalu tinggi, tapi tetep aja takut kepeleset terus jatuh.
Yang ternyata jatuhnya lebih dalam, soalnya masuk lumpur.
Tidak banyak kenangan, tapi selalu ditunggu untuk dirindu.
Suasana mulai kehilangan.
Merasa hilang dengan pikiran yang menenggelamkan.
Mana genggaman yang selalu hadir.
Dulu selalu ada selalu bisa ditemukan.
Yang ditakuti waktu genggaman itu hilang.
Mungkin udah ada yang menggenggam sekarang.
Mungkin kali ini bukan...ah.
Isak tangis mulai pecah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar